Menemani Rasulullah di Surga





Setelah beberapa waktu di dalam kebingungan mau ngeposting apa, saya akhirnya menemukan sebuah artikel yang super super. Artikel tersebut tersusun dalam bahasa arab dengan judul Murafaqah Rasulillah shallahu 'alaihi wa sallam fil jannah, bagi sahabat Tawaashie yang pengen liat teks bahasa arabnya langsung aja ke TKP disini.

Kalau kita artikan, artikel ini berjudul menemani Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam di surga. Wuiiih, sebagai umat beliau yang mencintai dan meneladani beliau tentunya kita berharap bisa bertemu Nabi kita bahkan menemani beliau di surga.

Nah, apa saja sebab-sebab yang mewujudkan harapan tersebut ?
Ada banyak, diantaranya :

Meneladani dan Menaati Beliau
Terdapat dalam mu'jam al-kabir karya At-Thabrani dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma bahwa seorang laki-laki datang menemui Nabi shallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku sungguh mencintaimu sampai-sampai aku selalu mengingatmu, kalaulah aku tidak datang dan melihatmu seakan-akan jiwaku keluar. Kemudian aku teringat kalaupun aku masuk surga aku akan berada di kedudukan yang lebih rendah dari Engaku dan itu memberatkanku, aku ingin bersama Engkau". Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam tidak menolaknya, dan turunlah firman Allah 'azza wa jalla : 
[وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ} [النساء/ 69}
"Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul maka mereka bersama orang-orang yang Allah beri kenikmatan" (An-Nisa' : 69)
Kemudian Rasulullah mendoakannya dan membacakannya ayat tadi.

Mencintai Nabi 
Di dalam As-Shahihain, dari Anas rodhiyallahu 'anhu bahwa seorang laki-laki menanyai Nabi shallahu 'alaihi wa sallam tentang kiamat, ia berkata,"Kapankah kiamat?" Nabi berkata,"Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?" "Tidak satupun selain aku sungguh mencintai Allah dan RasulNya" "Engkau bersama siapa yang engkau cintai". Anas berkata,"Kami belum pernah sebahagia tatkala Nabi mengatakan engkau bersama siapa yang engkau cintai , maka aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar, dan aku berharap bersama mereka dengan cintaku kepada mereka meskipun aku belum beramal seperti amalan mereka".

Orang yang mendapatkan keutamaan ini haruslah orang yang mencintai Beliau shallahu 'alaihi wa sallam secara tulus, yang menempuh jalannya, mengikuti jejaknya, dan mengambil petunjuknya. Tidakkah Anda melihat kalau kaum Yahudi dan Nashrani mencintai Nabi-Nabi mereka tapi tidak akan diberi kesempatan untuk bersama mereka dikarenakan penyelisihan yang mereka lakukan.

Apakah ada yang ragu bagaimana cintanya Abu Thalib kepada Nabi shallahu 'alaihi wa sallam ? Dia melindungi dan senantiasa bersama beliau dari gangguan kaum Quraisy, tetapi kenapa Allah membedakan tempat mereka berdua di akhirat ? Tidak lain karena Abu Thalib belum mengikuti Nabi. Jadi seseorang bersama siapa yang ia cintai, tetapi harus mengikuti jalan orang yang ia cintai, agar cinta tersebut tidak menjadi sekedar pengakuan.

Perbanyak Sholat
Di Dalam Shahih Muslim, Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslami rodhiyallahu 'anhu berkata,"Aku pernah menginap bersama Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam, aku menyediakan wudhu dan keperluan-keperluan beliau, beliau berkata kepadaku,"Mintalah". Aku berkata,"Aku meminta untuk menemani Engkau di surga" "Tidakkah ada selain itu?" "Aku hanya ingin itu" Maka beliau berkata,"Bantulah aku untuk mengabulkan permintaanmu dengan memperbanyak sujud (sholat)".

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,"Jika Anda ingin mengetahui tingkatan himmah (tekad), lihatlah himmah Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslami. Rasulullah berkata kepadanya mintalah dan ia menjawab aku meminta untuk menemani Engkau di surga. Orang selain dia pastilah meminta apa yang bisa mengisi perut dan menutupi kulitnya"

Hadits ini mengindikasikan kalau menemani Nabi shallahu 'alaihi wa sallam tidak akan bisa diperoleh hanya dengan berangan-angan tetapi harus diiringi dengan amalan.
Dan makna aku meminta untuk menemani Engkau di surga adalah mintakan dan doakan untukku hal itu, dan seperti yang telah diketahui bahwa Nabi tidak memiliki otoritas untuk memasukkan seorangpun ke dalam surga.

Akhlak yang Mulia
Di dalam Sunan At-Tirmidzi, dari Jabir rodhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah oarang yang terbaik akhlaknya diantara kalian. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah ats-tsartsaarun (orang-orang yang banyak omong), al-mutasyaddiqun (orang-orang yang bicara tanpa teliti) dan al-mutafaihiqun" Para sahabat berkata,"Wahai Rasulullah kami telah mengetaui siapa itu ats-tsartsaarun dan al-mutasyaddiqun, tapi siapakah al-mutafaihiqun ? " "Orang-orang yang sombong"

Makna orang yang paling dekat tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah di surga, karena surga adalah negeri santai dan duduk adapun mauqif di padang mahsyar maka semua manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.

Sholawat kepada Rasulullah
Dari Abdullah bin Mas'ud rodhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Orang yang paling utama disisiku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat atasku" (HR Tirmidzi)
Al-Munawy rohimahullah mengatakan,"Orang yang paling utama disisiku pada hari kiamat artinya yang paling dekat dariku dan yang paling dahulu atas syafaatku serta yang paling berhak dicurahkan beragam kebaikan dan dilindungi dari yang dibenci"

Merawat Anak Yatim
Berbuat baik kepada anak-anak yatim merupakan salah saru sebab menggapai surga yang tertinggi, di dalam As-Shahihain dari Sahl bin Sa'd rodhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Saya dan perawat anak yatim di surga seperti ini" (Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah kemudian meregangkannya)
An-Nawawy rohimahullah berkata,"perawat anak yatim: yang mengurusi keperluan-keperluannya".
Ibnu Baththol rohimahullah berkata,"Sudah semestinya bagi yang mendengarkan hadits ini untuk mengamalkannya, agar menjadi pendamping Nabi di surga, dan tidak ada kedudukan yang lebih baik dari itu".
Diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah bersabda,"Perawat anak yatim miliknya atau orang lain, saya dan dia seperti ini di surga".
An-Nawawi rohimahullah berkata,"anak yatim miliknya atau orang lain maksudnya : kerabatnya ataupun bukan siapa-siapanya, kerabat dengan arti yang merawatnya (si anak yatim) adalah seperti ibunya, kakeknya, saudaranya,atau selain mereka yang masih termasuk karib kerabatnya, wallahu a'lam".

Memelihara Anak-Anak Perempuan
Di dalam Adabul Mufrad milik Imam Bukhori dari Anas rodhiyallahu 'anhu, Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Barangsiapa yang memelihara 2 anak perempuan sampai dewasa, saya dan dia masuk surga seperti ini". Muhammad bin AbdulAziz mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah.
Di dalam Mushonnaf ibn Abi Syaibah, Beliau bersabda,"Barangsiapa yang memiliki 2 saudari atau 2 anak perempuan kemudian berbuat baik selama keduanya bersamanya, saya dan dia di dalam surga seperti ini". Beliau menunjukkan 2 jarinya.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang memiliki 3 anak perempuan atau 3 saudari atau 2 anak perempuan atau 2 saudari kemudian dia berbuat baik selama bersama mereka, bertakwa kepada Allah terhadap mereka, maka baginya surga". (HR Tirmidzi dan Abu Daud)
Dan di dalam lafadz Abu Daud,"Kemudian dia mendidik, merawat dan menikahkan mereka, maka baginya surga".

Doa
Dalilnya, hadits Robi'ah yang meminta Nabi shallahu 'alaihi wa sallam untuk memohonkannya menemani Beliau di surga.
Di dalam Musnad Ahmad, dari ibnu Mas'ud rodhiyallahu 'anhu, dia berkata,"Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam masuk masjid dan Beliau berada di antara Abu Bakar dan Umar, tiba-tiba Beliau melihat ibnu Mas'ud yang sedang sholat, dia membaca surah An-Nisa',setelah menyelesaikan 100 ayat, ibnu Mas'ud berdoa sambil berdiri (masih di dalam sholatnya), maka Nabi bersabda,"Mintalah maka engkau akan diberi, mintalah maka engkau akan diberi". Kemudian Beliau berkata,"Barangsiapa yang ingin menghafal Al-Qur'an sebagaimana diturunkan, maka bacalah dengan bacaan ibnu ummi abd". Pagi harinya Abu Bakar bergegas menemui ibnu Mas'ud untuk memberitahukannya kabar gembira, Abu Bakar berkata padanya,"Apa yang kau minta kepada Allah tadi malam ?" Ibnu Mas'ud menjawab,"Ya Allah aku meminta kepadaMu keimanan yang berbalik, kenikmatan yang tidak akan sirna, dan menemani Muhammad di surga kekal yang tertinggi". Kemudian Umar datang dan dikatakan padanya,"Sesungguhnya Abu Bakar telah mendahuluimu". Ia berkata,"Semoga Allah merahmati Abu Bakar, tidaklah aku mengejar sebuah kebaikan pun melainkan Abu Bakar telah mendahuluiku".


Tidak ada komentar

Leave a Reply